Pentingnya kita mempelajari perjanjian
lama, kita semua mengetahui bahwa Alkitab adalah wahyu yang progresif, jadi
Tanpa Perjanjian Lama, kita tidak dapat memahami adat istiadat orang-orang
Yahudi yang hanya disebutkan dalam Perjanjian Baru. Kita tidak akan dapat
memahami pemutarbalikan yang dilakukan orang-orang Farisi terhadap hukum Allah
saat mereka menambahkan kebiasaan mereka sendiri pada hukum itu. Tanpa
Perjanjian Lama, kita akan kehilangan berbagai nubuat yang hanya dapat digenapi
kalau Alkitab adalah Firman Allah, dan bukan dari manusia.
Dalam hal ini kami akan membahas materi
tentang konsep ibadah dalam perjanjian lama. Kalau kami melihat dari segi latar
belakang kata (ibadah). “Definisi
menurut KBBI, Ibadah merupakan salah satu perbuatan untuk menyatakan bakti kepada
Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya (ibadat)[1]”. Berarti ibadah berbicara mengenai sikap orang percaya untuk
merendahkan diri dan menghormati Tuhan dalam persekutuan dengannya, Alkitab
dengan tegas berkata bahwa “Saudara-saudari, oleh karena kita sudah menjadi
warga kerajaan Allah yang tidak bisa diguncangkan, jadi hendaklah kita
bersyukur kepada-Nya.
Calvin,
mengatakan
bahwa Allah tidak memerintahkan orang mempersembahkan kurban supaya
pemuja-pemuja-Nya sibuk dengan tugas-tugas duniawi. Sebaliknya, hal-hal
dilakukan-Nya agar pikiran mereka memikirkan hal-hal yang lebih mulia. Hal ini
dapat dilihat dengan jelas dari sifat-Nya sendiri; karena sifat-Nya rohani,
maka hanya ibadah rohanilah yang menyukakan hari-hari-Nya.[2]
Karena itu marilah kita menyenangkan
hati Allah dengan menyembah Dia dengan penuh rasa takut dan hormat karena
tentang Allah kita Kitab Suci menuliskan, Allah kita “bagaikan api yang
menghanguskan segala sesuatu yang tidak sempurna.”(Ibr 12:28-29). Karena itu
pentingnya kita dalam melaksanakan ibadah dengan tertib dan sopan agar ibadah kita diberkati oleh Tuhan Yesus
Kristus,
By. Marthen Luther
By. Marthen Luther
No comments:
Post a Comment