Tuesday, August 28, 2018

STUDY EKSEGESE IMAMAT 20 : 7 ( MENGUDUSKAN )


MENGUDUSKAN

     Imamat 20 : 7

“Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, Sebab    Akulah Tuhan Allahmu.


וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם וִהְיִיתֶ֖ם קְדֹשִׁ֑ים כִּ֛י אֲנִ֥י יְהוָ֖ה אֱלֹהֵיכֶֽם׃  (Lev 20:7 W

1.     Teks dan Terjemahan
Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (ITB)
Sanctify yourselves therefore, and be ye holy: for I am the LORD your God. (KJV)
'You shall consecrate yourselves therefore and be holy, for I am the LORD your God. (NIV)
καὶ ἔσεσθε ἅγιοι ὅτι ἅγιος ἐγὼ κύριος ὁ θεὸς ὑμῶν. (GNT)
Jagalah supaya kamu tetap suci, karena Aku TUHAN Allahmu. (BIS)


1.     Analisa Bentuk dan Sintaksis
 Bentuk dari ayat ini = Perintah
Bentuk dari paragraf = Taurat
A.    וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם  = we-hid-qad-dis-tem
וְ particle conjunction   קדשׁ verb hithpael waw consec perfect 2nd person masculine plural
B.     וִהְיִיתֶ֖ם  = Wih-yi-tem
וְ particle conjunction   היה verb qal waw consec perfect 2nd person masculine plural
C.     קְדֹשִׁ֑ים  =  qe-do-sim
Adjective masculine plural absolute.
D.    כִּ֛י  = ki
Particle conjunction homonym 2
E.     אֲנִ֥י  = a-ni
Pronoun independent 1st person common singular
F.      יְהוָ֖ה  = Yah-weh
Noun proper no gender no number no state
G.    אֱלֹהֵיכֶֽם  = e-lo-he-kem
Noun common masculine plural construct suffix 2nd person masculine plural


2.     Konteks Historis dan Literalis
Judul asli dari kitab Ibrani adalah wayyiqra yang berarti “Dan Dia telah memanggil”. Dalam Septiaginta judul yang dipakai adalah: Leuitikon, artinya yang berkaitan dengan kaum Lewi

Ayat ini memiliki konteks historis yang unik, melalui Musa Allah menegaskan bangsa Israel untuk menguduskan diri mereka. Pengudusan yang dimaksudkan adalah sikap menjauhi segala dosa dan tetap melakukan segela perintah Tuhan (Imamat 20:8). Allah kembali memperingatkan bangsa Israel karena tanah Kanaan yang akan mereka masuki adalah tempat yang tidak mengenal Tuhan. Tindakan seperti penyembahan berhala, percabulan, dan perzinahan adalah hal lumrah di tempat itu. Sehingga Allah kembali memperingati bangsa Israel untuk menjauhi tindakan dosa seperti bangsa Kanaan. Allah memberikan kunci yaitu setiap orang dari umat-Nya harus menguduskan dirinya, dan harus menjadi kudus.
Hal-hal Allah tegaskan untuk tidak dilakukan oleh orang Israel dalam Imamat 20 adalah :
a.       Jangan menyerahkan anak-anak mereka untuk dipersembahkan kepada Molokh (ay. 1-4)
b.      Allah menentang orang yang menyembah Molokh dan mengikuti arwah-arwah dan roh-roh peramal (ay. 5-6)
c.       Kuduskan diri dan menjaganya. (ay. 7-8)
d.      Jangan mengutuki ayah dan ibu.
e.       Jangan berzinah.
Situasi historis dalam perikop
→ Siapa penulis               : Musa
→ Waktu                          : Diperkirakan 1445-1405 sM
→ Politik (pemerintahan pada masa itu) = Teokrasi
→ Tempat/geografi           : Kaki Gunung Sinai
→ Ekonomi                       : -
→ Pola pemukiman           : Berkemah dan mengembara
→ Agama                          : -
→ Kata Kunci                   : Kekudusan



3.     Word Study

A.    וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם  = we-hid-qad-dis-tem
וְ particle conjunction   קדשׁ verb hithpael waw consec perfect 2nd person masculine plural.
Strong’s : (6942). Kata וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם wehidqaddistem berasal dari akar kata קָדַשׁ qadash yang arti dasarnya, holy; purify; sanctify (kudus; membersihkan; menyucikan/ menguduskan). Kasus dari kata ini adalah “kata kerja hithpael + partikel konjungsi (penghubung) Perfek Orang ke-2 jamak maskulin. Kata ini menggunakan partikel penghubung וְ yang memiliki arti so (jadi). Kata kerja ini memiliki arti dasar to consecrate self (menyucikan; menguduskan; mentabiskan diri). Jika diterjemahkan akan memiliki arti seperti ini : so consecrate your self “jadi kuduskan diri kalian” yang berarti Allah memberikan perintah kepada semua orang Israel harus menguduskan diri mereka masing-masing dan dari bentuk kata kerja hitpael dapat disimpulkan bahwa hal ini harus dilakukan secara kontinu atau berkelanjutan dan tidak hanya sekali dua kali saja. Kata kerja ini juga berbentuk perfek, sehingga pengudusan diri yang Allah inginkan adalah seluruh atau seutuhnya dimana tidak ada cacat cela yang masih tinggal pada diri setiap umat Israel.
B.     וִהְיִיתֶ֖ם  = Wih-yi-tem
וְ particle conjunction   היה verb qal waw consec perfect 2nd person masculine plural.
Strong’s : (1961). Kata וִהְיִיתֶ֖ם wihyitem berasal dari akar kata הָיָה hayah yang memiliki arti dasar, be, become, come to pass. Kasus dari kata ini adalah “kata kerja qal + partikel konjungsi (penghubung) Perfek Orang ke-2 jamak maskulin. Kata ini menggunakan partikel penghubung וְ yang memiliki arti and (dan). Kata kerja ini memiliki arti dasar to be atau become (menjadi). Jika diterjemahkan akan memiliki arti seperti ini : “and become” dan jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi: “dan menjadi”. Artinya Allah ingin hasil yang nyata atau adanya perubahan secara menyeluruh.
C.     קְדֹשִׁ֑ים  =  qe-do-sim
Adjective masculine plural absolute.
Strong’s : (6916). Kata קְדֹשִׁ֑ים qedosim berasal dari akar kata קָדוֹשׁ qadosh yang memiliki arti dasar, holy, saint. Kasus ini adalah “adjektiva jamak maskulin absolut. Dari kasusnya dapat disimpulkan bahwa kata ini berfungsi sebagai adjektiva subtantif atau kata yang menggantikan nomina. Sehingga dapat diartikan secara kesuluruhan (termasuk dengan kata predikat/kata kerja) menjadi “dan menjadi kudus”. Jadi maksudnya ialah dimana Allah menginginkan hasil nyata yaitu kekudusan. Bukan sekedar menguduskan diri (proses) tetapi harus ada hasil yaitu kekudusan dalam hidup setiap umat Allah dan sifat absolut yang dimiliki kata ini menyatakan bahwa kekudusan itu haruslah mutlat ataupun seluruhnya.

D.    כִּ֛י = ki
Particle conjunction homonym 2
Strong’s : (3588). Kata כִּ֛י ki adalah partikel penghubung yang kata yang sama ejaannya tetapi beda pengartiannya. Jika diterjemahkan kata ini berarti for, because. Kata ini berfungsi menjelaskan kata sesudahnya.
E.     אֲנִ֥י = a-ni
Pronoun independent 1st person common singular
Strong’s : (589). Kata אֲנִ֥י adalah pronomina orang pertama tunggal. Kata ini berfungsi mengantikan orang atau benda. Arti dari kata ini adalah I, (as for) me, mine, myself. Jika diterjemahkan kata ini akan berarti “me” Aku.
F.      יְהוָ֖ה = Yah-weh
Noun proper no gender no number no state.
Strong’s : (3069). Kata יְהוָ֖ה  Yahweh  LORD sebutan yang sering digunakan orang Israel sebagai panggilan atau nama dari Allah. Yahweh sebagai nama Allah dipakai untuk menyatakan rasa hormat yang mendalam secara sungguh-sungguh kepada Allah. Kata ini memiliki keunikan karena tidak memiliki gender, maupun jumlah. Satu-satunya keterangan dalam kasus ini adalah Noun proper yang berarti kata benda nama orang. Kata ini menggambarkan sosok yang Maha Agung, Maha Besar, dll. Sehingga dapat dikatakan bahwa orang Israel memanggil Allah dengan sebutan ini sebagai bentuk rasa hormat, kagum dan takut karena kebesaran dan kedasyatan-Nya.
G.    אֱלֹהֵיכֶֽם = e-lo-he-kem
Noun common masculine plural construct suffix 2nd person masculine plural.
Strong’s : (3069). Kata אֱלֹהֵיכֶֽם elohekem berasal dari akar kata אֱלֹהִים elohim yang memiliki arti dasar, God. Kasus dari kata ini adalah “kata benda jamak maskulin + sufiks atau akhiran pada akhir kata yaitu orang kedua jamak maskulin. Kata ini menggunakan sufiks כֶֽם kem (your’s) yang berfungsi sebagai penunjuk kepemilikan suatu benda tertentu. Jadi, jika diterjemahkan akan berarti, “your God”, Allahmu.

Jadi, jika dalam menerjemahkannya ada beberapa aspek yang penting untuk diperhatikan yaitu kata ki sebagai konjungsi homonim berfungsi sebagai penghubung antar dua kata yang sama ejaannya tetapi beda pengartiannya. Kata ini menghubungkan dua kata yang berbeda a rtian yaitu kekudusan yang dimiliki manusia dengan Allah. Kekudusan manusia tidaklah mutlak, dan kekudusan yang dimiliki Allah adalah absolut/mutlak. Karena Allah adalah kudus dan manusia mendapatkan kekudusan tersebut dari Allah (Ima.20:8). Jika ditafsirkan secara menyeluruh Allah ingin umat-Nya untuk menguduskan diri, dan sifatnya adalah proses. Tetapi tidak sampai disitu saja tetapi Allah ingin umat-Nya mencapai kekedusan yang sesungguhnya dimana umat-Nya memiliki rasa takut dan kasih akan Tuhan, sehingga mereka tidak berbuat dosa dan tetap hidup dalam kekudusan tersebut. Allah menegaskan hal ini pada orang Israel dan mengambil diri-Nya sendiri sebagai contoh atau patokan utama dari kekudusan yang harus dicapai oleh umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang kudus, Ia pun ingin umat-Nya memiliki kekudusan, sekalipun kekudusan itu adalah hasil pemberian-Nya, dan kekudusan yang itu diharapkan agar tetap dijaga dan dipegang oleh umat-umat-Nya

Terjemahan
Inggris             : So consecrate your self and be/become holy; because I am the LORD, your God.
Indonesia        : Jadi kuduskanlah diri kalian dan jadilah kudus, karena Akulah TUHAN Allahmu.
4.     Kontek Alkitab dan Teologis
 “..maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu...jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” Imamat 11:44-45). Dalam kitab Imamat perintah Allah untuk menguduskan diri dan tetap berada dalam kekudusan. Tercatat sebanyak tiga kali (Ima.11:44-45; 19:2; 20:7-8) dalam perikop yang berbeda Allah menekankan pada kekudusan yang harus dimiliki oleh umat Allah. Hal ini Allah tegaskan agar mereka menjauhi dosa. Allah menyadari bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan cepat berubah setia, sehingga Allah terus menegaskan untuk menguduskan diri dengan cara berpegang pada perintah Tuhan dan menjauhi dosa perzinahan, penyembahan berhala dan lain sebagainya.
Kekudusan adalah hal terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat Allah, karena tanpa kekudusan hidup manusia akan sangat mudah jatuh dalam dosa sehingga rasul Petrus dalam 1 Petrus 1:13-19 mengingatkan kepada jemaat-jemaat Tuhan yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia Kecil, dan Bitinia untuk tidak hidup menuruti hawa nafsu mereka. Melainkan hidup taat, dan menjadi kudus di dalam seluruh kehidupan mereka. Karena Allah yang telah menguduskan mereka adalah kudus. Mereka telah dikuduskan oleh pengorbanan Yesus dengan mencurahkan darah yang mahal. Sehingga mereka beroleh kepercayaan kepada Kristus dan mendapat pengudusan dari Allah. Dampak dari pengudusan tersebut harus nyata dalam ketaatan kepada kebenaran firman Tuhan. Sehingga dapat mengamalkan kasih dengan segenap hati di antara umat pilihan Tuhan.
5.     Aplikasi
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai kekudusan dan menjaga kekudusan:
a.       Bertobat secara sungguh-sungguh.
b.      Penyerahan diri sepenuhnya kepada tuntunan Roh Kudus.
c.       Membangun hubungan intim dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman Tuhan.
d.      Menjauhi perbuatan dosa.
e.       Mematuhi dan melakukan perintah-perintah Tuhan.
Jika hal-hal di atas dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh komitmen. Maka setiap umat Tuhan dapat mencapai tingkat kekudusan yang Allah inginkan, dan dapat menjaganya hingga kesudahan hidupnya di dunia.

  Kesimpulan
Sama seperti bangsa Israel, Allah ingin kita juga hidup dalam kekudusan. Namun, hal yang penting diperhatikan adalah kita telah dikuduskan oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Maka dari itu setiap kita harus menjaga kekudusan itu dengan cara melakukan firman Tuhan dan menjauhi dosa.

Tuhan Yesus memberkati 😇



  by. Januar Toka


No comments:

Post a Comment

STUDY

SPIRITUALITAS PEMIMPIN KRISTEN

SPIRITUALITAS PEMIMPIN KRISTE N Pemimpin adalah seorang yang mengepalai seorang dan tentunya seorang yang bekerja keras dalam mengel...

SMARTH