MENGUDUSKAN
Imamat 20 : 7
“Maka kamu harus menguduskan
dirimu, dan kuduslah kamu, Sebab
Akulah Tuhan Allahmu.
וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם וִהְיִיתֶ֖ם קְדֹשִׁ֑ים כִּ֛י אֲנִ֥י יְהוָ֖ה
אֱלֹהֵיכֶֽם׃ (Lev 20:7 W
1. Teks dan Terjemahan
Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah
kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (ITB)
Sanctify yourselves therefore, and be ye holy: for I am the LORD your God. (KJV)
'You shall consecrate yourselves therefore and be holy, for I am the LORD your God. (NIV)
καὶ ἔσεσθε ἅγιοι ὅτι ἅγιος ἐγὼ κύριος ὁ θεὸς ὑμῶν. (GNT)
Jagalah supaya kamu tetap suci,
karena Aku TUHAN Allahmu. (BIS)
1. Analisa Bentuk dan Sintaksis
Bentuk dari ayat ini = Perintah
Bentuk dari paragraf = Taurat
A.
וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם = we-hid-qad-dis-tem
וְ particle
conjunction קדשׁ verb hithpael waw consec perfect
2nd person masculine plural
B.
וִהְיִיתֶ֖ם = Wih-yi-tem
וְ particle conjunction היה verb qal waw consec perfect 2nd
person masculine plural
C.
קְדֹשִׁ֑ים = qe-do-sim
Adjective masculine plural absolute.
D.
כִּ֛י = ki
Particle conjunction homonym 2
E.
אֲנִ֥י = a-ni
Pronoun independent 1st person
common singular
F.
יְהוָ֖ה = Yah-weh
Noun proper no gender no number no
state
G.
אֱלֹהֵיכֶֽם = e-lo-he-kem
Noun common masculine plural
construct suffix 2nd person masculine plural
2.
Konteks Historis dan Literalis
Judul asli dari kitab Ibrani adalah wayyiqra yang berarti “Dan Dia telah memanggil”. Dalam Septiaginta
judul yang dipakai adalah: Leuitikon, artinya yang berkaitan dengan kaum Lewi
Ayat ini memiliki konteks historis yang
unik, melalui Musa Allah menegaskan bangsa Israel untuk menguduskan diri
mereka. Pengudusan yang dimaksudkan adalah sikap menjauhi segala dosa dan tetap
melakukan segela perintah Tuhan (Imamat 20:8). Allah kembali memperingatkan
bangsa Israel karena tanah Kanaan yang akan mereka masuki adalah tempat yang
tidak mengenal Tuhan. Tindakan seperti penyembahan berhala, percabulan, dan
perzinahan adalah hal lumrah di tempat itu. Sehingga Allah kembali memperingati
bangsa Israel untuk menjauhi tindakan dosa seperti bangsa Kanaan. Allah
memberikan kunci yaitu setiap orang dari umat-Nya harus menguduskan dirinya,
dan harus menjadi kudus.
Hal-hal Allah tegaskan untuk tidak dilakukan oleh
orang Israel dalam Imamat 20 adalah :
a. Jangan
menyerahkan anak-anak mereka untuk dipersembahkan kepada Molokh (ay. 1-4)
b. Allah
menentang orang yang menyembah Molokh dan mengikuti arwah-arwah dan roh-roh
peramal (ay. 5-6)
c. Kuduskan
diri dan menjaganya. (ay. 7-8)
d. Jangan
mengutuki ayah dan ibu.
e. Jangan
berzinah.
Situasi historis dalam
perikop
→
Siapa penulis : Musa
→ Waktu :
Diperkirakan 1445-1405 sM
→ Politik (pemerintahan
pada masa itu) = Teokrasi
→ Tempat/geografi : Kaki Gunung Sinai
→ Ekonomi : -
→ Pola pemukiman : Berkemah dan mengembara
→ Agama : -
→ Kata Kunci : Kekudusan
3.
Word Study
A.
וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם = we-hid-qad-dis-tem
וְ particle
conjunction קדשׁ verb hithpael waw consec perfect
2nd person masculine plural.
Strong’s : (6942). Kata וְהִ֙תְקַדִּשְׁתֶּ֔ם wehidqaddistem
berasal dari akar kata קָדַשׁ qadash yang
arti dasarnya, holy; purify; sanctify (kudus; membersihkan;
menyucikan/ menguduskan). Kasus dari kata ini adalah “kata kerja hithpael +
partikel konjungsi (penghubung) Perfek Orang ke-2 jamak maskulin. Kata ini
menggunakan partikel penghubung וְ yang memiliki arti so (jadi). Kata kerja ini memiliki arti dasar
to consecrate self (menyucikan;
menguduskan; mentabiskan diri). Jika diterjemahkan akan memiliki arti seperti
ini : so consecrate your self “jadi
kuduskan diri kalian” yang berarti Allah memberikan perintah kepada semua orang
Israel harus menguduskan diri mereka masing-masing dan dari bentuk kata kerja
hitpael dapat disimpulkan bahwa hal ini harus dilakukan secara kontinu atau
berkelanjutan dan tidak hanya sekali dua kali saja. Kata kerja ini juga
berbentuk perfek, sehingga pengudusan diri yang Allah inginkan adalah seluruh
atau seutuhnya dimana tidak ada cacat cela yang masih tinggal pada diri setiap
umat Israel.
B.
וִהְיִיתֶ֖ם = Wih-yi-tem
וְ particle
conjunction היה verb qal waw consec perfect 2nd
person masculine plural.
Strong’s : (1961). Kata וִהְיִיתֶ֖ם wihyitem berasal dari akar kata הָיָה hayah yang memiliki arti dasar, be,
become, come to pass. Kasus
dari kata ini adalah “kata kerja qal + partikel konjungsi (penghubung)
Perfek Orang ke-2 jamak maskulin. Kata ini menggunakan partikel penghubung וְ yang memiliki arti and (dan). Kata kerja ini memiliki arti dasar to be atau become
(menjadi). Jika diterjemahkan akan memiliki arti seperti ini : “and become” dan jika diterjemahkan ke
bahasa Indonesia menjadi: “dan menjadi”. Artinya Allah ingin hasil yang nyata
atau adanya perubahan secara menyeluruh.
C. קְדֹשִׁ֑ים = qe-do-sim
Adjective masculine plural
absolute.
Strong’s : (6916). Kata קְדֹשִׁ֑ים qedosim berasal dari akar kata קָדוֹשׁ qadosh yang
memiliki arti dasar, holy, saint. Kasus ini adalah “adjektiva jamak
maskulin absolut. Dari kasusnya dapat disimpulkan bahwa kata ini berfungsi
sebagai adjektiva subtantif atau kata yang menggantikan nomina. Sehingga dapat
diartikan secara kesuluruhan (termasuk dengan kata predikat/kata kerja) menjadi
“dan menjadi kudus”. Jadi maksudnya ialah dimana Allah menginginkan hasil nyata
yaitu kekudusan. Bukan sekedar menguduskan diri (proses) tetapi harus ada hasil
yaitu kekudusan dalam hidup setiap umat Allah dan sifat absolut yang dimiliki
kata ini menyatakan bahwa kekudusan itu haruslah mutlat ataupun seluruhnya.
D. כִּ֛י = ki
Particle conjunction homonym 2
Strong’s : (3588). Kata כִּ֛י ki adalah partikel penghubung yang kata yang sama ejaannya tetapi beda
pengartiannya. Jika diterjemahkan kata ini berarti for, because. Kata ini berfungsi menjelaskan kata
sesudahnya.
E. אֲנִ֥י = a-ni
Pronoun independent 1st person common singular
Strong’s : (589). Kata אֲנִ֥י adalah
pronomina orang pertama tunggal. Kata ini berfungsi mengantikan orang atau
benda. Arti dari kata ini adalah I, (as for) me, mine, myself. Jika diterjemahkan kata ini akan
berarti “me” Aku.
F. יְהוָ֖ה = Yah-weh
Noun proper no gender no number no state.
Strong’s : (3069). Kata יְהוָ֖ה Yahweh LORD sebutan
yang sering digunakan orang Israel sebagai panggilan atau nama dari Allah. Yahweh
sebagai nama Allah dipakai untuk menyatakan rasa hormat yang mendalam secara
sungguh-sungguh kepada Allah. Kata ini memiliki keunikan karena tidak memiliki gender,
maupun jumlah. Satu-satunya keterangan dalam kasus ini adalah Noun proper yang berarti kata benda nama
orang. Kata ini menggambarkan sosok yang Maha Agung, Maha Besar, dll. Sehingga
dapat dikatakan bahwa orang Israel memanggil Allah dengan sebutan ini sebagai
bentuk rasa hormat, kagum dan takut karena kebesaran dan kedasyatan-Nya.
G.
אֱלֹהֵיכֶֽם = e-lo-he-kem
Noun common masculine plural construct suffix 2nd person
masculine plural.
Strong’s
: (3069). Kata אֱלֹהֵיכֶֽם elohekem berasal dari akar kata אֱלֹהִים elohim yang memiliki arti dasar, God. Kasus dari kata ini adalah “kata benda
jamak maskulin + sufiks atau akhiran pada akhir kata yaitu orang kedua jamak
maskulin. Kata ini menggunakan sufiks כֶֽם kem
(your’s) yang berfungsi sebagai
penunjuk kepemilikan suatu benda tertentu. Jadi, jika diterjemahkan akan
berarti, “your God”, Allahmu.
Jadi,
jika dalam menerjemahkannya ada beberapa aspek yang penting untuk diperhatikan
yaitu kata ki sebagai konjungsi
homonim berfungsi sebagai penghubung
antar dua kata yang sama ejaannya tetapi beda pengartiannya. Kata ini
menghubungkan dua kata yang berbeda a rtian yaitu kekudusan yang dimiliki
manusia dengan Allah. Kekudusan manusia tidaklah mutlak, dan kekudusan yang
dimiliki Allah adalah absolut/mutlak. Karena Allah adalah kudus dan manusia
mendapatkan kekudusan tersebut dari Allah (Ima.20:8). Jika ditafsirkan secara menyeluruh
Allah ingin umat-Nya untuk menguduskan diri, dan sifatnya adalah proses. Tetapi
tidak sampai disitu saja tetapi Allah ingin umat-Nya mencapai kekedusan yang sesungguhnya
dimana umat-Nya memiliki rasa takut dan kasih akan Tuhan, sehingga mereka tidak
berbuat dosa dan tetap hidup dalam kekudusan tersebut. Allah menegaskan hal ini
pada orang Israel dan mengambil diri-Nya sendiri sebagai contoh atau patokan
utama dari kekudusan yang harus dicapai oleh umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang
kudus, Ia pun ingin umat-Nya memiliki kekudusan, sekalipun kekudusan itu adalah
hasil pemberian-Nya, dan kekudusan yang itu diharapkan agar tetap dijaga dan dipegang
oleh umat-umat-Nya
Terjemahan
Inggris : So consecrate your self and
be/become holy; because I am the LORD, your God.
Indonesia : Jadi kuduskanlah diri kalian dan
jadilah kudus, karena Akulah TUHAN Allahmu.
4.
Kontek Alkitab dan Teologis
“..maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan
haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan
dirimu...jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” Imamat 11:44-45). Dalam kitab
Imamat perintah Allah untuk menguduskan diri dan tetap berada dalam kekudusan.
Tercatat sebanyak tiga kali (Ima.11:44-45; 19:2; 20:7-8) dalam perikop yang
berbeda Allah menekankan pada kekudusan yang harus dimiliki oleh umat Allah.
Hal ini Allah tegaskan agar mereka menjauhi dosa. Allah menyadari bahwa bangsa
Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan cepat berubah setia, sehingga Allah
terus menegaskan untuk menguduskan diri dengan cara berpegang pada perintah
Tuhan dan menjauhi dosa perzinahan, penyembahan berhala dan lain sebagainya.
Kekudusan adalah hal terpenting untuk
dimiliki oleh setiap umat Allah, karena tanpa kekudusan hidup manusia akan
sangat mudah jatuh dalam dosa sehingga rasul Petrus dalam 1 Petrus 1:13-19
mengingatkan kepada jemaat-jemaat Tuhan yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapodokia,
Asia Kecil, dan Bitinia untuk tidak hidup menuruti hawa nafsu mereka. Melainkan
hidup taat, dan menjadi kudus di dalam seluruh kehidupan mereka. Karena Allah
yang telah menguduskan mereka adalah kudus. Mereka telah dikuduskan oleh
pengorbanan Yesus dengan mencurahkan darah yang mahal. Sehingga mereka beroleh
kepercayaan kepada Kristus dan mendapat pengudusan dari Allah. Dampak dari
pengudusan tersebut harus nyata dalam ketaatan kepada kebenaran firman Tuhan.
Sehingga dapat mengamalkan kasih dengan segenap hati di antara umat pilihan
Tuhan.
5.
Aplikasi
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai
kekudusan dan menjaga kekudusan:
a. Bertobat
secara sungguh-sungguh.
b. Penyerahan
diri sepenuhnya kepada tuntunan Roh Kudus.
c. Membangun
hubungan intim dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman Tuhan.
d. Menjauhi
perbuatan dosa.
e. Mematuhi
dan melakukan perintah-perintah Tuhan.
Jika hal-hal di atas dilakukan dengan
sungguh-sungguh dan penuh komitmen. Maka setiap umat Tuhan dapat mencapai
tingkat kekudusan yang Allah inginkan, dan dapat menjaganya hingga kesudahan
hidupnya di dunia.
Kesimpulan
Sama seperti bangsa Israel, Allah ingin kita juga
hidup dalam kekudusan. Namun, hal yang penting diperhatikan adalah kita telah
dikuduskan oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Maka dari itu setiap kita
harus menjaga kekudusan itu dengan cara melakukan firman Tuhan dan menjauhi
dosa.
Tuhan Yesus memberkati 😇
by. Januar Toka
No comments:
Post a Comment